Kemenag Membuka Layanan Pengukuran Arah Kiblat Secara Gratis

posted in: berita | 0

xkiblat

 

Kementerian Agama RI mengingatkan bahwa pemerintah memberikan layanan pengukuran arah kiblat secara gratis bagi seluruh masyarakat Indonesia. Maksud dari layanan ini diharapkan arah kiblat masjid bisa tepat dan benar karena menentukan sah tidaknya shalat.

Muhammadiyah Amin selaku sekretaris Direktorat Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama mengatakan bahwa pihaknya telah membuka layanan ini sejak 2006 lalu dan telah mengukur arah kiblat sebanyak 3.000 masjid di seluruh wilayah Indonesia. Hal ini berkenaan dengan kewajiban umat Islam ketika shalat harus menghadap ke kiblat, yakni Masjidil Haram.

Untuk itu, salah satu tugas Sub Direktorat Pembinaan Syariah dan Hisab Rukyat Direktorat Urais-Binsyar Ditjen Binas Islam Kemenag adalah memberikan pelayanan untuk mengukur arah kiblat masjid-masjid yang ada di seluruh Indonesia. Tentunya dengan alat canggih yang dimiliki Kemenag.

Layanan ini diutamakan bagi masjid yang baru akan dibangun, meskipun masjid lama tetap bisa memanfaatkan layanan ini. ”Masyarakat bisa mengirimkan surat kepada kami untuk membantu mengukur arah kiblat menggunakan alat dari kami sesuai perhitungan falak arah kiblat, dan itu gratis,” kata Amin kepada wartawan, di  Jakarta, Kamis (10/11).

Bagi masyarakat yang hendak mengukur arah kiblat supaya tepat, dapat melayangkan surat ke Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama Jl.MH Thamrin No 6 Jakarta atau fax 021 31907309. Layanan ini tidak hanya berlaku di Jakarta tapi juga di daerah. Tentunya pengukuran arah kiblat akan diteruskan ke Kanwil Kemenag di masing-masing daerah untuk ditangani ahli pengukuran kiblat di sana.

”Kami beri layanan ini berdasarkan ilmu falak, dengan metode dan ilmunya, serta dibantu ada alat,” kata Amin.

Salah satu alat ukur arah kiblat itu adalah sajadah yang dilengkapi penunjuk arah kiblat. Pengukuran ini mencocokan yang ditunjukkan penunjuk arah di sajadah agar penentuan arah kiblat makin akurat dan tidak bias. Apalagi ini arah kiblat masjid yang jadi acuan ummat Islam.

”Kalau masyarakat tidak paham, nanti arahnya melenceng. Kalau alat ukurnya banyak kan jadi makin akurat,” ungkap Amin.

Sumber