Artikel Islami : Nikmatnya Berkasih dengan Rasulullah SAW di Raudhah

posted in: berita | 0

Bersujud di Raudhah atau Taman Surga adalah impian bagi hampir setiap orang yang berkunjung ke Masjid Nabawi di Kota Madinah, Arab Saudi, apalagi mereka yang pertama kali berziarah. Raudhah adalah sebuah ruangan yang terletak di antara mimbar Masjid Nabawi dengan makam (dahulu kamar tidur) Rasulullah Muhammad SAW.

Konon Sang Nabi sendiri yang menyebut ruangan seluas 22×15 meter itu sebagai taman surga dan meminta umatnya untuk berdoa sebanyak-banyaknya di tempat itu. Kabarnya laiknya berdoa di Multazam atau lokasi antara Hajar Aswad dan Pintu Kabah di Kabah, Mekkah, di Raudhah semua doa yang tulus akan dikabulkan.

“Antara mimbarku dan rumahku merupakan taman dari taman-taman syurga”. (HR. Al Bukhari & Muslim).

Selain untuk berdoa, bagi umat Islam era kini, Raudhah adalah jarak terdekat yang dapat dicapai untuk bersanding secara fisik dengan Sang Nabi karena tepat dibalik bangunan persegi empat berwarna hijau dengan kaligrafi emas yang terletak di sebelah kiri saat mereka bersujud di Raudhah itulah makam Nabi Muhammad SAW.

Dahulu rumah Nabi Muhammad SAW dan Siti Aisyah terletak di luar kompleks Masjid Nabawi namun karena perluasan area masjid kini rumah tersebut berada di dalam kawasan masjid. Untuk mencari posisi Raudhah di area Madjid Nabawi yang terus diperluas hingga kini dapat menampung hingga satu juta jamaah tersebut tidak sesulit yang dibayangkan.

Dari pelataran masjid yang dihiasi oleh kanopi-kanopi berbentuk payung-payung raksasa karya arsitek Jerman Mahmoud Bodo Rasch, kawasan Raudhah dapat dicirikan dari kubah berwarna hijau. Cukup berdiri di sisi terluar pelataran untuk dapat melihat seluruh warna kubah di Masjid Nabawi, tepat di bawah kubah berwarna hijau yang terletak di samping kubah perak lokasi imam itulah lokasi taman surga.

Bagi jamaah laki-laki, pintu terdekat untuk mencapai Raudhah adalah melalui gerbang Babus Salam atau gerbang Jibril yang memang dikhususkan bagi peziarah. Sementara untuk jamaah perempuan masuklah melalui pintu Ali bin Abu Thalib atau pintu nomor 25-29.

Dari dalam masjid, kawasan Raudhah ditandai oleh karpet berwarna hijau. Sementara seluruh bagian masjid yang lain dilapisi oleh karpet berwarna merah. Jadi ketika kaki belum menjejak karpet berwarna hijau maka belumlah tiba di taman surga.

Selain karpet hijau, arsitektur bagian dalam Masjid Nabawi di sekitar Raudhah juga tampak berbeda dari bagian masjid yang lain.

Langit-langit Raudhah dihisasi oleh fresco bergambar jalinan bunga berwarna merah, hijau dan biru dalam latar putih serta kaligrafi sementara itu tiang-tiangnya tidak berwarna putih dan abu-abu dengan hiasan emas seperti bagian masjid yang lain melainkan berwarna merah jambu dengan hiasan emas dan kayu.

Lampu gantung yang dipasang hampir di setiap satu meter langit-langitnya juga tidak sepenuhnya berwarna emas melainkan merupakan perpaduan antara emas dan putih dengan tulisan Allah berwarna biru.

Di dalam Raudhah peziarah dapat menemukan bekas mimbar yang digunakan oleh Sang Nabi yang terbuat dari kayu dengan hiasan kaligrafi emas dan hijau serta mihrab yang konon digunakan oleh Sang Nabi untuk memimpin shalat.

Pembatas makam Nabi Muhammad SAW merupakan sebuah dinding dengan tiga pintu berwarna hijau dengan hiasan kaligrafi berwarna emas.

Para askar atau petugas Masjid Nabawi, selalu mengingatkan pada antrian jamaah untuk tidak berebut mencari posisi terdekat makam Sang Nabi karena seluruh area yang beralaskan karpet berwarna hijau adalah Raudhah.

Mereka juga mengingatkan jamaah untuk tidak shalat menghadap makam Sang Nabi namun tetap menghadap kiblat.

Umumnya jamaah akan berebut untuk berusaha mencari posisi shalat yang terdekat dengan makam Sang Nabi, tak jarang bahkan yang mencuri-curi kesempatan untuk mengintip ke balik dinding berwarna hijau dan emas itu. Sisanya mencoba memotret bagian dalam Raudhah sebelum dihentikan oleh askar.?

Di rumah Nabi Muhammad SAW, terdapat tiga makam yaitu makam Sang Nabi yang berada paling depan disusul dengan makan Khalifah Abu Bakar As-Siddiq yang merupakah ayah dari Siti Aisyah dan kemudian di sisi Abu Bakar adalah makam Khalifah Umar bin al-Khatab. Posisi ketiga makam tersebut berundak bukannya sejajar.

Sumber