Jemaah Akan Terima Gelang Barcode

posted in: berita | 0

Jemaah Haji Indonesia mulai tahun ini akan “menerima” gelang baru selain gelang-gelang lainnya yang telah ada. Jika sebelumnya tangan Jemaah telah dililit gelang stainless (sebagai identitas dari Kementerian Agama), gelang kesehatan (dari Kementerian Kesehatan), dan gelang maktab (dibagi saat Armina), maka tahun ini aka nada tambahan 1 gelang lagi, yaitu gelang barcode. Gelang ini merupakan gelang yang memuat semua data dan informasi tentang Jemaah haji.

Gelang barcode merupakan kebijakan baru Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi dan wajib dipakai Jemaah haji sejak akan berangkat dari negaranya. Jemaah Haji Indonesia akan menerima gelang barcode saat berada di embarkasi menjelang keberangkatan.

Handi Adji Sentana, Staf Teknis Urusan Haji, KUH Jedah, menjelaskan kebijakan gelang barcode ini.

“Penggunaan gelang terkait kebijakan pemerintah Arab Saudi sebagai tindak lanjut kebijakan e-hajj. Gelang tersebut terdapat kode barcode yang terkoneksi dengan seluruh informasi data elektronik haji pada sistem Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi,” kata Handi melalui pesan singkatnya, Senin (03/07).

“Data yang terbaca meliputi data identitas jemaah, data akomodasi dan katering apa untuk melayani jemaah haji. Misalnya jemaah A dilayani hotelnya apa dan katering nya, data penerbangan tanggal berapa landing dan take off di bandara mana, layanan yang diterima saat Armina, dan lain-lain. Termasuk pula informasi pembayaran akomodasi dan kateringnya sudah melalui sistem e-hajj,” tambah Handi menjelaskan.

Melalui kebijakan e-hajj setiap jemaah haji mendapatkan informasi lebih awal sebelum tiba di Arab Saudi tentang paket layanan seperti penginapan, transportasi, dan pelayanan katering. Pihak otoritas dapat memantau dan menindaklanjuti apakah pelayanan yang diberikan sesuai dengan yang tertera di dalam dokumen visa melalui sistem yang terintegrasi.

“Diharapkan dengan sistem ini , penyimpangan pelayanan tidak terjadi dan pelayanan diberikan sesuai dengan kebijakan dan peraturan yang berlaku,” pungkas Handi.